Septa Animation
Teknologi & Informatika Mobile App (Android)

Bantuku

Ahmad hafiz 14 0 0.0

PREVIEW & GALLERY

TENTANG KARYA

Latar belakang Banyak pengguna disabilitas, terutama tunanetra dan low vision, masih mengalami kesulitan saat memakai smartphone untuk aktivitas sehari-hari yang sifatnya visual, seperti membaca teks kecil, mengenali warna, mendengarkan informasi penting, atau mengakses bantuan darurat dengan cepat. Di sisi lain, aplikasi yang ada sering kali hanya fokus pada satu fungsi saja, sehingga pengguna harus memakai beberapa aplikasi berbeda untuk kebutuhan yang berbeda. Hal ini membuat pengalaman menjadi kurang praktis, kurang efisien, dan kadang tidak sepenuhnya inklusif. Berdasarkan kebutuhan tersebut, BantuKu dibuat sebagai aplikasi asisten pribadi all-in-one yang menggabungkan beberapa fitur bantuan dalam satu tempat. Aplikasi ini dirancang agar pengguna disabilitas bisa lebih mandiri dalam melakukan aktivitas harian melalui smartphone, tanpa selalu bergantung pada bantuan orang lain. Selain itu, aplikasi ini juga tetap nyaman digunakan oleh pengguna umum, sehingga sifatnya benar-benar universal. Tujuan Tujuan utama dari BantuKu adalah: membantu pengguna disabilitas dan tunanetra agar dapat menggunakan smartphone dengan lebih mandiri; menyediakan berbagai fitur bantuan dalam satu aplikasi yang mudah diakses; mempermudah aktivitas harian seperti membaca teks, mengenali warna, mengatur obat, dan mengakses bantuan darurat; menghadirkan antarmuka yang ramah aksesibilitas, sederhana, dan mudah dipahami; menjadi solusi yang inklusif untuk pengguna normal maupun pengguna berkebutuhan khusus. Fitur utama Fitur utama yang dirancang dalam BantuKu meliputi: OCR kamera Fitur ini memungkinkan aplikasi membaca teks dari gambar atau kamera secara otomatis. Ini berguna untuk membaca label, pengumuman, atau teks cetak yang sulit dibaca secara langsung oleh pengguna tunanetra atau low vision. Deteksi warna Fitur ini membantu pengguna mengenali warna objek di sekitar mereka. Misalnya warna pakaian, benda, atau penanda tertentu. SOS darurat Fitur ini memungkinkan pengguna mengirim bantuan darurat dengan cepat, termasuk lokasi pengguna, ke kontak yang sudah ditentukan sebelumnya. Pengingat obat Fitur ini membantu pengguna mengatur jadwal obat, menampilkan notifikasi, dan menandai apakah obat sudah diminum. Navigasi suara sederhana Fitur ini membantu pengguna berpindah antar menu atau menjalankan fungsi tertentu menggunakan perintah suara. Text-to-Speech (TTS) Fitur ini membacakan informasi di layar agar dapat didengar pengguna, sehingga sangat membantu pengguna yang kesulitan melihat teks. Speech-to-Text (STT) Fitur ini memungkinkan pengguna memasukkan perintah atau data dengan suara. Riwayat aktivitas Semua aktivitas penting seperti hasil OCR, pengingat obat, dan SOS dapat disimpan sebagai riwayat. Mode offline Fitur dasar tetap dapat digunakan meskipun perangkat tidak terhubung ke internet. Pengaturan aksesibilitas Pengguna dapat mengatur ukuran teks, kontras warna, suara, dan preferensi aksesibilitas lain agar aplikasi lebih nyaman digunakan. Teknologi yang digunakan Karena proyek ini dibuat sebagai aplikasi Android native, teknologi yang digunakan meliputi: Bahasa pemrograman Java untuk logika aplikasi; XML untuk desain antarmuka; Android SDK API 29 sebagai minimum versi sistem; CameraX untuk akses kamera; ML Kit untuk OCR atau pengenalan teks; TextToSpeech untuk membaca teks secara suara; SpeechRecognizer untuk input suara; FusedLocationProviderClient untuk mengambil lokasi saat SOS; AlarmManager / Notification Manager untuk pengingat obat; Room Database atau SharedPreferences untuk penyimpanan data lokal; Material Design untuk tampilan yang modern dan konsisten; TalkBack support agar aplikasi dapat dibaca screen reader. Manfaat karya Manfaat dari karya BantuKu cukup besar, baik dari sisi fungsi maupun sosial. Aplikasi ini: membantu tunanetra dan low vision agar lebih mandiri dalam aktivitas harian; memudahkan pengguna mengenali informasi visual seperti teks dan warna; mempercepat akses ke bantuan darurat; membantu pengguna disiplin dalam minum obat; membuat smartphone menjadi alat bantu yang lebih inklusif; memberi pengalaman penggunaan yang lebih nyaman, sederhana, dan ramah aksesibilitas; dapat digunakan juga oleh pengguna umum yang ingin bantuan praktis berbasis suara. Dengan kata lain, BantuKu tidak hanya sekadar aplikasi teknologi, tetapi juga solusi yang mendukung inklusi digital.

Video Demo

DISKUSI 0

Belum ada diskusi. Jadilah yang pertama!